Langsung ke konten utama

Postingan

Sajian Istimewa

Puasa di Ruang Sunyi

Waktu baca : 2 Menit Ringkasan : Puasa bukan tentang suasana. Ia tentang kesadaran. Saat tidak ada yang mengawasi, yang tersisa hanya niat. Puasa selalu terdengar khusyuk di atas kertas. Kita membayangkannya dalam suasana yang seragam: azan magrib menggema, meja makan dipenuhi takjil, dan orang-orang menahan lapar bersama. Namun, realitas sering kali berbicara lain.  Ada yang menjalani Ramadan di kantor yang mayoritas tidak berpuasa, di proyek jalanan, di ruang kemudi, di pabrik, atau bahkan di luar negeri. Di sana, siang hari berjalan tanpa kompromi. Orang makan, minum, dan bercanda soal kopi. Tidak ada jeda khusus bernama Ramadan. Di titik itulah, puasa berubah bentuk. Ia tak lagi sekadar ibadah kolektif; ia menjadi urusan sunyi antara diri dan Tuhan.  Tantangan fisik tentu nyata. Bau makanan terasa lebih tajam, dan denting es batu di gelas terdengar seperti ujian kecil yang berulang. Ritme kerja tidak melambat, target tetap mengejar. Dunia tidak berhenti hanya karena kita s...

Postingan Terbaru

Ritase Tanpa Sisa: Ketika Modal Sendiri Beradu dengan Standar yang Tak Kompromi

Mandor Digital di Balik Kemudi: Rahasia Kelam Mengapa Driver Logistik Tak Pernah Benar-benar Sendirian

Di Balik Status "Paket Sedang Dikirim": Menggugat Kemanusiaan dalam Manajemen Rescue Logistik

Dangiang

​Mepende Raheut ku Kalangkang

Ruwat Waris Karuhun: Ngaji Diri dina Gurat Wanci

Tahiyatul Jasad: Seberapa Sering Kamu Berterima Kasih pada Tubuh yang Memikul Beban Hidupmu Tanpa Mengeluh?

Gumuruh Tresna

Menakar Arah

Waktu yang Menghabiskan Kita: Kehadiran, Martabat, dan Jalan Pulang