Puasa di Ruang Sunyi
Waktu baca : 2 Menit Ringkasan : Puasa bukan tentang suasana. Ia tentang kesadaran. Saat tidak ada yang mengawasi, yang tersisa hanya niat. Puasa selalu terdengar khusyuk di atas kertas. Kita membayangkannya dalam suasana yang seragam: azan magrib menggema, meja makan dipenuhi takjil, dan orang-orang menahan lapar bersama. Namun, realitas sering kali berbicara lain. Ada yang menjalani Ramadan di kantor yang mayoritas tidak berpuasa, di proyek jalanan, di ruang kemudi, di pabrik, atau bahkan di luar negeri. Di sana, siang hari berjalan tanpa kompromi. Orang makan, minum, dan bercanda soal kopi. Tidak ada jeda khusus bernama Ramadan. Di titik itulah, puasa berubah bentuk. Ia tak lagi sekadar ibadah kolektif; ia menjadi urusan sunyi antara diri dan Tuhan. Tantangan fisik tentu nyata. Bau makanan terasa lebih tajam, dan denting es batu di gelas terdengar seperti ujian kecil yang berulang. Ritme kerja tidak melambat, target tetap mengejar. Dunia tidak berhenti hanya karena kita s...









